Minggu, 21 Agustus 2016

Gaya Pacaran Moderen Remaja Yang Memprihatinkan

Teringat kisah - kisah percintaan masa SMP terdahulu di mana semua detail prosesnya begitu berkesan. Mulai dari memilih kertas, menulis yang indah dan romantis, rapi, dan tak tercacatkan. Lalu mulai janjian dan bercerita konyol karena kebingungan perihal apa yang hendak dibahas mengisi kebisuan. Atau ngedate yang malu-malu tapi mau. Jalan diam berdua sambil pegangan tangan lalu segera melepas tangan sang pujaan hati kala seketika sadar akan kehadiran orang lain. Hati selalu berdebar dan penuh rindu walau setiap hari bersua di sekolahan. Angan-angan dan reflexi suasana hati yang tertampung di otak tak tertahan membawa senyum bah orang gila setiap saat. Lalu tiba masanya menulis surat cinta, mencurahkan isi hati namun ketika memegang pena, akal jadi hilang dan bingung hendak menggoreskan apa. Kisah ini konyol tapi begitu melekat di memori. Bahkan nampaknya takkan terhapuskan dan akan tetap menjadi kisah cinta terindah yang akan selalu membangkitkan senyum bila mengingatnya. Ingin rasanya kembali ke masa itu tapi waktu tak dapat diputar kembali. Di sisi lain, tanpa disadari, ini meningkatkat kreatifitas dan membentuk gaya pacaran yang sehat.


Bila kita coba bandingkan dengan kisah percintaan anak remaja masa kini, nampaknya semua begitu berbeda. Mereka tak lagi harus memilih kertas yang indah untuk menulis surat cinta atau pusing merangkai kata kala berjumpa. Rasa malu-malu dan kencngnya detak jantung saat bertemu muka dengan sang kekasih tak lagi begitu kuat. Kini handphone dan peralatan elktronik canggih lainnya memudahkan semuanya. Bahkan kata - kata romantispun tak lagi dirangkai sendiri tapi bisa didownload dari internet. Bukan membenci modernisasi tapi melihat dampaknya, membuat saya bangga mengalami masa remaja di zaman seperti itu. Zaman sekarang begitu susah mendapatkan remaja yang kreatif merangkai kata indah dari buah pikirannya sendiri. Yang lebih parahnya lagi ialah dampak moral dari kisah - kisah percinta remaja masa kini. Sex yang dulunya begitu tabuh kini menjadi begitu lumrah di kalangan remaja.


Memang, tidak semuanya disebabkan oleh perubahan gaya pacaran semata tapi juga oleh faktor - faktor lain akan tetapi bila di telaah dengan seksama, nampaknya pergeseran gaya pacaran yang begitu drastis inilah penyebab penyimpang moral kebanyakan remaja masa kini dari perspektif sex.


Adakah jalan keluar dari masalah ini? Ataukah memang itulah dampak yang tak terhindarkan dan terpisahkan dari semakin majunya peradaban. Ini menjadi PR bagi kita semua.